Rabu, 18 Maret 2009

Hipnotis

“HIPNOTIS”
Adalah satu kata yang penuh teka teki,sehingga banyak orang awam mendefinisikan hipnotis dengan arti yang negatif,ini terjadi karena mereka hanya melihat hipnotis dari sisi yang salah,misalnya mereka melihat acara atau program kriminal di televisi yang isinya seseorang menjadi korban perampokan dengan isu bahwa tersangka menggunakn ilmu hipnotis..sehingga merek menganggap bahw hipnotis itu salah satu hal yang bersifat mazmumah atau sesuatu yang buruk..itu sama sekali tidak benar karena perbandingan akibat kriminalitas lewat hipnotis dengan manfaat hipnotis adalah 1 : 1000.000.Hipnotis terbukti efektif untuk menyembuhkan berbagai gangguan mental dan kejiwaan.Untuk lebih jelasnya mari kita simak definisi hypnosis yang saya rangkum dari beberapa artikel portal portal resmi hipnotis
Hypnosis Modern Murni Teknik Ilmiah

Hipnotis sudah ada sejak jaman kuno

Hipnosis berasal dari kata “hypnos” yang berarti tidur. Dalam pengertian awam, hipnotis bermakna luas. Yaitu, kekuatan magis yang dapat membuat orang lain tunduk dan tertidur.

Peristiwa ini dapat disimak dalam tafsir Jalalain oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, dengan kalimat : Dengan pandangan yang kuat, hingga hampir memingsankan dan menjatuhkan dari tempatmu, tetapi Allah menolong. Yang dimaksud “memandang” bukanlah pandangan kagum, melainkan pandangan tajam memancarkan kebencian. Aktivitas itu pada zaman sekarang disebut dengan istilah hipnosis.

Ilmu “ketajaman mata” ini pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak dikuasai oleh Bani Asad. Dengan puasa 3 hari, mereka dapat langsung menidurkan dan membuat kaku hewan dan manusia.

Selasa, 17 Maret 2009

Manusia di Zaman Dinosaurus…??

Seperti yang kita ketahui, Para Dinosaurus pertamakali muncul 228 juta tahun silam, dan mereka bertahan hidup dengan waktu yang sangat lama hingga sekitar 65 juta tahun yang lalu (Sebagai perbandingannya, manusia muncul sekitar tiga juta tahun yang lalu). Era ketertarikan pada Dinosaurus dimulai pada tahun 1820-an, ketika seorang pendeta, William Buckland dan seorang ahli fisika Gideon Mantell secara terpisah menemukan beberapa tulang aneh dan sangat besar di pertambangan Inggris bagian selatan. Pada tahun 1842, seorang ahli anatomi Inggris, Richard Owen mengusulkan agar hewan raksasa yang telah punah ini sebaiknya diberi nama Dinosaurus, dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti “Kadal yang menakutkan”.

Teman-teman masih ingat dengan film kartun The Flinstone? disana dikisahkan juga manusia hidup bersama dengan hewan-hewan ini. Menurut para ahli, teori yang menyebutkan manusia pernah hidup sezaman dengan Dinosaurus itu tidak dapat dibenarkan sama sekali, karena semua ini hanyalah sebatas fantasi. Dalam ilmu arkeologi memiliki banyak teknik penanggalan tersendiri, seperti teknik penanggalan radio karbon serta teknik penanggalan potasium argon. Kedua teknik penanggalan ini sangat dapat diandalkan dan akurat. Semuanya menegaskan bahwa Dinosaurus punah 65 juta tahun yang lalu, pada saat itu manusia pun belum muncul. Jadi, jika kita tidak hidup bersama dinosaurus paling tidak kita hidup bersama keturunan dekat mereka. Tapi, kali ini saya mau menunjukkan beberapa bukti yang barangkali bisa merubah pandangan para ahli-ahli dari berbagai disiplin ilmu tsb ada sebuah kemungkinan memang benar bahwa terdapat manusia modern yang pernah hidup sejaman dengan Dinosauru

Asal mula yang hebat dan keterbatasan saiNS

Seandainya teori tentang alam semesta yang mengalami siklus berulang-ulang telah terbukti, atau bila kita telah menemukan bahwa dunia kita berasal dari Big Crunch yang terjadi sebelumnya, tetapi asal mula dari siklus ledakan-ledakan dan kontraksi-kontraksi yang tak terbatas itu akan tetap merupakan misteri.

Model dari siklus kosmik yang diutarakan dalam Big Bounce tidak memiliki titik akhir, tapi tidakkah ia memiliki sebuah awal? Apakah asal mula ini menjadi sebuah garis pembatas antara sains dan religi? Apakah faktor “keTuhanan” yang akhirnya akan menggarisbawahi asal mula ruang dan waktu, ataukah suatu hari nanti kita akan mampu menjelaskan segala sesuatu, dan penyebab Big Bang, dengan cara yang sepenuhnya berbau sains?

Iptek jaman sekarang telah menuntun kita pada perhitungan-perhitungan yang hasilnya mendekati unsur-unsur pokok dari Big Bang. Tetapi, di luar perhitungan-perhitungan yang makin rumit ini, apakah kita benar-benar telah menjadi lebih tahu dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

Masih ada kemungkinan yang amat besar bahwa manusia tidak akan pernah boleh tahu akan kebenaran sejati. Dan meski banyak ilmuwan yang percaya bahwa alam semesta yang kita huni tidak mungkin mengandung apapun yang melebihi hal-hal yang dapat dijelaskan secara sains, tetapi pada suatu waktu nanti umat manusia adakalanya akan menyerah pada godaan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan pada diri mereka sendiri, atas apa yang dapat menyebabkan sesuatu terjadi. (den)

Asal mula yang hebat dan keterbatasan saiNS

Seandainya teori tentang alam semesta yang mengalami siklus berulang-ulang telah terbukti, atau bila kita telah menemukan bahwa dunia kita berasal dari Big Crunch yang terjadi sebelumnya, tetapi asal mula dari siklus ledakan-ledakan dan kontraksi-kontraksi yang tak terbatas itu akan tetap merupakan misteri.

Model dari siklus kosmik yang diutarakan dalam Big Bounce tidak memiliki titik akhir, tapi tidakkah ia memiliki sebuah awal? Apakah asal mula ini menjadi sebuah garis pembatas antara sains dan religi? Apakah faktor “keTuhanan” yang akhirnya akan menggarisbawahi asal mula ruang dan waktu, ataukah suatu hari nanti kita akan mampu menjelaskan segala sesuatu, dan penyebab Big Bang, dengan cara yang sepenuhnya berbau sains?

Iptek jaman sekarang telah menuntun kita pada perhitungan-perhitungan yang hasilnya mendekati unsur-unsur pokok dari Big Bang. Tetapi, di luar perhitungan-perhitungan yang makin rumit ini, apakah kita benar-benar telah menjadi lebih tahu dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

Masih ada kemungkinan yang amat besar bahwa manusia tidak akan pernah boleh tahu akan kebenaran sejati. Dan meski banyak ilmuwan yang percaya bahwa alam semesta yang kita huni tidak mungkin mengandung apapun yang melebihi hal-hal yang dapat dijelaskan secara sains, tetapi pada suatu waktu nanti umat manusia adakalanya akan menyerah pada godaan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan pada diri mereka sendiri, atas apa yang dapat menyebabkan sesuatu terjadi. (den)

GALAKSI ANDROMEDA

Galaksi Andromeda adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Nama lain dari galaksi Andromeda adalah Messier 31, M31, or NGC 224. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, oktober, November. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diamter sudut bulan. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.

Rabu, 04 Februari 2009

tyranosaurus


Tyranosaurus Rex Saudara Jauh Ayam, Kata Ilmuwan

London/Washington (ANTARA News)- Protein yang disarikan dari seekor Tyrannosaurus Rex yang berusia 68 juta tahun telah memberikan sejumlah bukti akan adanya benang merah evolusi antara dinosaurus dengan hewan jenis unggas masa kini.

Jaringan lunak tersebut diambil dari fosil tulang paha dinosauraus predator berukuran raksasa yang ditemukan di negara bagian AS, Montana pada tahun 2003 yang tertanam dalam kedalaman seribu meter kubik batu-batuan selama jutaan tahun.

Analisa para ilmuwan, memperlihatkan jaringan tersebut yang termasuk serat elastik yang dikenal sebagai collagen memiliki struktur yang sama dalam protein hewan unggas, ayam, demikian diungkapkan para ilmuwan dalam makalah mengenai hasil temuannya yang dimuat dalam majalah "Science".

Jaringan hewan dinosaurus tersebut tidak mengalami kerusakan karena tidak terkontaminasi dengan udara atau aliran air dibawah tanah.

Tim peneliti yang sama juga mengejutkan masayarakat dua tahun lalu dengan hasil temuannya bahwa fosil tulang hewan prasejarah memiliki jaringan lunak, termasuk pembuluh darah. Kedua pembedahan terhadap tulang T.Rex dilakukan di Universitas North Carolina di Raleigh.

Collagen adalah protein berserat elastis yang juga membuat kulit terlihat muda. Selain itu juga menyusun unsur-unsur organik dalam tulang yang terdiri dari mineral dan protein.

Proses fosilisasi terjadi dalam waktu jutaan tahun saat sisa-sisa organik digantikan oleh mineral dari air dan batu-batuan.

"Selama berabad-abad diyakini proses fosilisasi telah merusak material asli , dan sejauh itu tak seorangpun yang memperhatikan tulang-tulang tua tersebut dengan seksama dan sungguh-sungguh,?" kata Dr. Mary Schweitzer yang memimpin tim peneliti Universitas North Carolina, seperti dilaporkan DPA.

Konfirmasi terakhir datang dari lembaga yang dipimpin Dr John Asra yaitu laboratorium yang memiliki fasilitas spectrometry massa di Pusat kesehatan Beth Israel Deaconess di Boston.

Spectrometry massa adalah tehnik yang mengidentifikasi zat-zat kimia melalui massa atomnya. Dan tehnik ini memperlihatkan unsur-unsur atau zat-zat yang ada didalam fosil tulang T.Rex mengandung rangkaian asam amino, yang membentuk collagen khas tertentu.

Pola rangkaian asam amino yang ditemukan dalam fosil tulang T.Rex mirip dengan collagen yang terdapat didalam tuLang hewan ayam serta memiliki kesamaan dengan hewan kodok.

"Kesamaan yang ditemukan dengan hewan ayam adalah jawaban yang jelas akan adanya hubungan antara hewan dinosaurus dengan hewan unggas dimasa modern," kata Schweitzer.

"Data tersebut akan membantu kita mempelajari lebih banyak mengenai evolusi dinosaurus, mengenai terjadinya pelestarian dan bagaimana molekul menurun sejalan dengan waktu yang dapat membuka implikasi penting bagi sistem pengobatan sejumlah penyakit," kata Schweitzer. (*)

COPYRIGHT © 2007